Minggu, 31 Maret 2019

Hubungan paritas dengan kejadian Plasenta Previa

HUBUNGAN PARITAS DENGAN KEJADIAN PLASENTA PREVIA DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SALATIGA TAHUN 2011

Oleh :
NOPA UTARI
Program Studi D IV Bidan Pendidik STIKES Karya Husada Semarang

ABSTRAK

HUBUNGAN PARITAS DENGAN KEJADIAN PLASENTA PREVIA DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SALATIGA TAHUN 2011
Latar Belakang: bahwa perdarahan obstetrik yang  sampai menyebabkan kematian maternal terdiri atas solusio plasenta (19%), koagulopati (14%), robekan jalan lahir termasuk rupture uteri (16%), plasenta previa (7%), plasenta akreta/inkreta dan perkreta (6%) dan atonia uteri (15%). Perdarahan obstertik yang tidak cepat di tangani dapat berakibat fatal bagi penderitanya (Sarwono, 2010; h. 365). Plasenta previa adalah keadaan dimana plasenta berimplantasi di tempat abnormal, yaitu pada segmen bawah rahim sehingga menutupi sebagian atau seluruh pembukaan jalan lahir osteum uteri internal
Tujuan : mengetahui hubungan paritas dengan kejadian plasenta previa di Rumah Sakit Umum Daerah Salatiga Tahun 2011


Metode Penelitian : Jenis penelitian ini adalah analitik, dengan pendekatan crossectional. Data diperoleh dengan penelusuran data sekunder rekam medik. Sebagai populasinya adalah seluruh ibu bersalin di RSUD Salatiga tahun 2011 sebanyak 642 orang. Pengambilan sampel dengan menggunakan teknik total sampling sebanyak 642 orang.
Hasil penelitian : Ada hubungan yang signifikan antara paritas dengan kejadian plasenta previa di RSUD Salatiga tahun 2011.
Saran : Bagi Rumah Sakit Umum Daerah Salatiga diharapkan agar lebih meningkatkan penyuluhan ke pada ibu hamil dan bersalin tentang faktor resiko dan tanda bahaya kehamilan sehingga ibu tidak hamil di usia beresiko dan memiliki faktor resiko atau resiko tinggi.


Kata Kunci : Paritas dan kejadian Plasenta Previa

0 komentar:

Posting Komentar